Menu Close

Jenis-jenis pengembangan Software ERP

Penggunaan software ERP di Indonesia semakin ramai di perusahaan besar hingga UKM. Namun, ada beberapa jenis pengembangan software ERP yang sedang tren di pasaran saat ini yang ramai ditawarkan oleh perusahaan ERP consultant maupun konsultan ERP.  Apa saja kah itu? Berikut penjelasannya!

  1. On-Premise ERP Software

Ini disebut juga dengan ERP konvensional atau ERP di tempat. Software ERP ini dipasang secara lokal di perangkat keras dan server komputer yang dikelola oleh staf TI. Jadi, perusahaan mengelola ERP system ini secara in-house.

Investasi awal untuk ERP konvensional terbilang tinggi, karena perusahaan perlu membeli perangkat keras seperti server untuk menjalankan sistemnya. Perusahaan juga harus mempekerjakan staf TI yang bertanggung jawab untuk mengelola dan memelihara sistem tersebut.

Selain itu, melakukan upgrade pada sistem ini juga memerlukan banyak upaya, karena tim harus melakukan deployment di beberapa komputer dan menerapkan ulang berbagai penyesuaian dan integrasi dengan sistem yang sudah digunakan sebelumnya.

Meskipun membutuhkan banyak biaya dan upaya, solusi ERP konvensional masih banyak diminati karena keunggulan ERP memungkinkan perusahaan untuk menangani data-datanya sendiri sehingga memastikan keamanan.

Selain itu, sistem ini juga menawarkan kemudahan untuk penyesuaian dan memberikan lebih banyak kontrol atas proses implementasi. Solusi ERP konvensional biasanya lebih populer di kalangan perusahaan berskala besar.

  1. Cloud ERP Software

Sistem ERP berbasis Cloud atau juga disebut SaaS merupakan jenis Software ERP yang memungkinkan perusahaan untuk mengelola data secara terpusat melalui koneksi internet. Vendor atau perusahaan ERP bertanggung jawab terhadap kelancaran sistem ini dan mengawasinya melalui backend. Penggunanya hanya memerlukan username dan password untuk dapat mengakses sistem dari browser.

Biaya investasi untuk Cloud ERP jauh lebih rendah dibandingkan dengan biaya investasi ERP konvensional. Akan tetapi, penggunanya di kenakan biaya overhead (biasanya per bulan) yang harus dibayarkan selama mereka menggunakan sistem tersebut. Software ERP ini lebih populer di kalangan bisnis berskala kecil dan menengah. Manfaat penerapan ERP pada perusahaan untuk jenis Cloud ini antara lain sebagai berikut:

  • Deployment yang Lebih Cepat

Tidak seperti on-premise ERP, Cloud ERP tidak memerlukan perangkat keras tambahan sehingga perusahaan tidak perlu membuang waktu untuk pengadaan dan pemasangan infrastruktur IT. Waktu pemasangan ERP berbasis Cloud biasanya hanya membutuhkan 3-6 bulan sementara solusi ERP konvensional membutuhkan setidaknya 1 tahun.

  • Pembaruan & Peningkatan Sistem Secara Berkala

Sistem ERP berbasis Cloud terus ditingkatkan oleh penyedianya dan Anda dapat yakin bahwa selalu menggunakan sistem ERP dengan versi terbaru dan paling mutakhir. Sementara jika Anda menggunakan ERP system konvensional, maka update dan upgrade harus di lakukan dengan menghapus penyesuaian yang telah digunakan sebelumnya.

  • Mobilitas Tingkat Tinggi

Solusi Cloud ERP memungkinkan Anda untuk mengawasi bisnis Anda di mana saja dan kapan saja. Karena ERP jenis ini berbasis website, maka penggunanya dapat mengakses sistem melalui browser yang di dukung. Anda tidak perlu datang ke kantor untuk melihat berbagai data yang Anda inginkan, sebab Anda bisa mengaksesnya dari telepon seluler atau tablet Anda.

  1. Hybrid ERP Software

Hybrid ERP adalah kombinasi dari on-premise ERP dan Cloud ERP dan solusi ERP. Sistem ERP jenis ini berfungsi sebagai solusi logis bagi banyak perusahaan yang ingin meningkatkan sistem ERP konvensional mereka saat ini tanpa harus mengubahnya.

Selain memisahkan fungsi antara ERP konvensional dan berbasis Cloud, Hybrid ERP juga membantu perusahaan untuk mengintegrasikan atau menambahkan fungsi ke sistem ERP yang ada dengan biaya minimum.

Leave a Reply

Your email address will not be published.